- Pala
Asal Usul Buah Pala
Menjelang pergantian abad ke-7, setelah
dari Arab pala diperkenalkan ke Eropa melalui Venesia. Pada akhir
1400-an ketika Portugis berkeliling ke Tanjung Harapan di Afrika, mereka
menemukan Kepulauan Banda dan mengambil kontrol atas perdagangan
rempah-rempah. Kemudian setelah Belanda melancarkan perang, Belanda
telah melakukan perbudakan atas penduduk Kepulauan Banda untuk
mendapatkan dominasi perdagangan rempah-rempah.
Orang Prancis, Pierre Poivre,
menyelundupkan bibit pala dan menanamnya di Mauritius dan mengakhiri
monopoli Belanda. Kemudian di Pulau Run (bagian Kepulauan Banda),
Inggris dan Belanda berebut untuk menguasai pulau dan memonopoli pala.
Inggris akhirnya berhasil menaklukkan Pulau Run, yang kini disebut
sebagai Pulau Pala.
British East Company telah
memperkenalkan pala ke Penang, Singapura, India, Sri Lanka dan Hindia
Barat. Kemudian, mereka menyebar budidaya pala ke pulau-pulau lain di
India Timur dan Karibia. Kini, produsen utama serta eksportir pala
adalah Indonesia dan Grenada diikuti oleh India, Malaysia, Papua Nugini,
Sri Lanka dan Kepulauan Karibia. Pala merupakan rempah-rempah populer
yang memiliki daftar panjang manfaat kesehatan. Berikut ini manfaat buah
pala bagi kesehatan.
1. Mengurangi Rasa Sakit
Salah satu komponen pala adalah senyawa
mirip dengan mentol, yang memiliki karakteristik penghilang rasa sakit
alami. Oleh karena itu, dengan menambahkan pala sebagai bumbu masakan
Anda, Anda dapat mengurangi rasa sakit yang terkait dari luka, cedera,
strain, dan peradangan kronis dari kondisi seperti arthritis.
2. Kesehatan Pencernaan
Ketika Anda menggiling biji pala menjadi
bubuk akan mempertahankan kandungan serat yang dapat menstimulasi
proses pencernaan dengan meningkatkan gerakan peristaltik pada otot
polos usus. Selain itu juga menginduksi sekresi lambung dan usus yang
mempermudah proses pencernaan.
3. Kesehatan Otak
Pala mengandung miristisin dan
macelignan yang telah terbukti dapat mengurangi degradasi jalur saraf
dan fungsi kognitif yang umumnya menimpa orang dengan demensia atau
penyakit Alzheimer. Penelitian telah menunjukkan miristisin dan
macelignan dapat menjaga fungsi otak Anda.
4. Kesehatan Ginjal dan Hati
Pala dapat bertindak sebagai tonik yang
meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan, khususnya hati dan
ginjal dimana banyak racun yang disimpan. Selanjutnya, bahan aktif dalam
pala juga membantu melarutkan batu ginjal, meningkatkan fungsi ginjal
dan hati secara keseluruhan.
5. Kesehatan Mulut
Dalam aplikasi medis tradisional, pala
dianggap sebagai raja rempah-rempah. Komponen antibakteri aktif pada
pala dapat membantu melawan kondisi seperti halitosis (bau mulut),
membunuh bakteri, meningkatkan kekebalan gusi dan gigi. Inilah sebabnya
mengapa pala biasanya ditemukan dalam pasta gigi dan obat kumur,
terutama dalam varietas organik atau herbal.
pala dapat meningkatkan kesehatan tulang
Anda dengan memberikan kontribusi untuk perbaikan dan pertumbuhan dan
menghilangkan gejala osteoporosis. Sedangkan kandungan besi dalam pala
dapat meningkatkan jumlah sel darah merah dan mengurangi gejala anemia.
9. Kesehatan Kulit
Pala sering digunakan sebagai pasta yang dikombinasikan dengan air, atau madu
yang sangat ideal untuk perawatan kulit. Hal ini dapat mengurangi
peradangan dan iritasi pada kulit, mendorong hidrasi, menghaluskan
kulit, serta untuk mengurangi tanda bisul atau jerawat.
.........................
Efek Samping Pala
Pada beberapa kasus, berlebihan
mengkonsumsi pala dapat mengakibatkan halusinasi atau efek narkotika.
Disamping itu, mengkonsumsi terlalu banyak pala dapat mempersulit proses
atau kinerja tubuh Anda, karena pala merupakan rempah-rempah yang
memiliki efek kuat sehingga harus digunakan dalam jumlah kecil atau
secukupnya.
Mengkonsumsi terlalu banyak pala juga dapat mengakibatkan kejang, jantung berdebar-debar tidak teratur, dan muntah.

Comments
Post a Comment